Dua puluh delapan oktober dua ribu sembilan...
Tepat 81 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia yang saat itu tergabung dalam organisasi kedaerahan yang berbeda-beda, memutuskan untuk menyeberangi segala perbedaan yang ada untuk mencapai satu tekad. Satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa. Indonesia.
Pasti hari ini anak-anak sekolah pada upacara, deh. Ga terkecuali salah satu SMA swasta di Yogyakarta. Halah ga usah pake sensor-sensor nama sekolah kali ya. Oke, ulangi. Nggak terkecuali di sekolahku, Stece. Sama, kita juga upacara. Upacara memperingati sumpah pemuda sama pelantikan pengurus OSIS yang baru. Jadi agak lebih lama gitu deh... (Ha! Ga boleh ngeluh! Takutnya nanti kalo udah lulus jadi kangen upacara. Huhu.)
Ehm. Mungkin ini yang bikin beda. Stece punya cara sendiri untuk merayakan hari sumpah pemuda ini. Ga cuma 17-an kok yang bisa dibikin lomba, tapi hari sumpah pemuda juga bisa. Alhasil, OSIS Stece ngadain 2 lomba. Water War sama Gobag Sodor. Iya, iya, aku emang ga ikut main, tapi aku ikut jadi suporter yang kerjaannya teriak-teriak sampe pita suara mau putus (oke. Lebay.). Dua puluh delapan oktober dua ribu sembilan...
Tepat 81 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia yang saat itu tergabung dalam organisasi kedaerahan yang berbeda-beda, memutuskan untuk menyeberangi segala perbedaan yang ada untuk mencapai satu tekad. Satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa. Indonesia.
Pasti hari ini anak-anak sekolah pada upacara, deh. Ga terkecuali salah satu SMA swasta di Yogyakarta. Halah ga usah pake sensor-sensor nama sekolah kali ya. Oke, ulangi. Nggak terkecuali di sekolahku, Stece. Sama, kita juga upacara. Upacara memperingati sumpah pemuda sama pelantikan pengurus OSIS yang baru. Jadi agak lebih lama gitu deh... (Ha! Ga boleh ngeluh! Takutnya nanti kalo udah lulus jadi kangen upacara. Huhu.)
Ehm. Mungkin ini yang bikin beda. Stece punya cara sendiri untuk merayakan hari sumpah pemuda ini. Ga cuma 17-an kok yang bisa dibikin lomba, tapi hari sumpah pemuda juga bisa. Alhasil, OSIS Stece ngadain 2 lomba. Water War sama Gobag Sodor. Iya, iya, aku emang ga ikut main, tapi aku ikut jadi suporter yang kerjaannya teriak-teriak sampe pita suara mau putus (oke. Lebay.). Untuk Water War, sebelum mulai ngelempar-lempar plastik berisi air, mereka harus joget dulu ngikutin gerakan salah satu anggota OSIS. Yah, walaupun ga juara 1, tapi mereka udah berusaha dan kompak kok. Haha. Kalo yang ikut gobag sodor adan Sheila, Nadia, Chezar, Fani, Wawa, sama Aiu. Aku suka banget sama trio Nadia, Chezar, Fani! Soalnya begitu musuh (ckck, musuh..) bisa ngelewatin pertahanannya Nadia sama Chezar, Fani bisa langsung matiin tu musuh (sadis banget…). Kita para suporter sampe neriakin kata, “DOEBEL ASI” berkali-kali. Haha. Bener-bener ambigu. Alhasil, kelasku a.k.a XII IA1 a.k.a Doebel Asi merebut juara pertama! Ga sia-sia mereka capek-capek lari.
Sisa waktu disekolah, ada live music dari siswi-siswi sendiri, entah band, acoustic, guru-guru juga pada nyanyi. Dan mungkin salah satu lagu wajib mereka adalah Jogja yang depannya gini, “Datang ke kotamu…” Waa. Bakal bikin kangen nih. Ada aksi cheerleaders sama modern dance yang menyedot banyak perhatian. Dan acara akhirnya ditutup dengan semua siswi termasuk saya yang membentuk lingkaran yang sangat besar di lapangan, terus kita nyanyi Mars Stella Duce bareng-bareng, deh! Satu hal yang kurang. Hujan. Ya, tahun lalu kita juga melakukan hal ini di bawah guyuran hujan lebat. Sekarang? Boro-boro hujan, langit berniat mendung aja ga. Hmm. Tapi ga ngurangin keseruannya, kok. Yang ada kita semua jadi basah karena keringet. Hii.
Ya. Mungkin acara kayak begini yang bikin momen sumpah pemuda jadi semakin kerasa. Terus, aku sadar. Ga sampe sembilan bulan lagi aku sama temen-temen seangkatanku sekolah di Stella Duce tercinta. Aku yakin pasti temen-temen seangkatanku sependapat denganku. Kita tidak lagi menyesal masuk sekolah ini. Kita justru bangga.
Tepat 81 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia yang saat itu tergabung dalam organisasi kedaerahan yang berbeda-beda, memutuskan untuk menyeberangi segala perbedaan yang ada untuk mencapai satu tekad. Satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa. Indonesia.
Pasti hari ini anak-anak sekolah pada upacara, deh. Ga terkecuali salah satu SMA swasta di Yogyakarta. Halah ga usah pake sensor-sensor nama sekolah kali ya. Oke, ulangi. Nggak terkecuali di sekolahku, Stece. Sama, kita juga upacara. Upacara memperingati sumpah pemuda sama pelantikan pengurus OSIS yang baru. Jadi agak lebih lama gitu deh... (Ha! Ga boleh ngeluh! Takutnya nanti kalo udah lulus jadi kangen upacara. Huhu.)
Ehm. Mungkin ini yang bikin beda. Stece punya cara sendiri untuk merayakan hari sumpah pemuda ini. Ga cuma 17-an kok yang bisa dibikin lomba, tapi hari sumpah pemuda juga bisa. Alhasil, OSIS Stece ngadain 2 lomba. Water War sama Gobag Sodor. Iya, iya, aku emang ga ikut main, tapi aku ikut jadi suporter yang kerjaannya teriak-teriak sampe pita suara mau putus (oke. Lebay.). Dua puluh delapan oktober dua ribu sembilan...
Tepat 81 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia yang saat itu tergabung dalam organisasi kedaerahan yang berbeda-beda, memutuskan untuk menyeberangi segala perbedaan yang ada untuk mencapai satu tekad. Satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa. Indonesia.
Pasti hari ini anak-anak sekolah pada upacara, deh. Ga terkecuali salah satu SMA swasta di Yogyakarta. Halah ga usah pake sensor-sensor nama sekolah kali ya. Oke, ulangi. Nggak terkecuali di sekolahku, Stece. Sama, kita juga upacara. Upacara memperingati sumpah pemuda sama pelantikan pengurus OSIS yang baru. Jadi agak lebih lama gitu deh... (Ha! Ga boleh ngeluh! Takutnya nanti kalo udah lulus jadi kangen upacara. Huhu.)
Ehm. Mungkin ini yang bikin beda. Stece punya cara sendiri untuk merayakan hari sumpah pemuda ini. Ga cuma 17-an kok yang bisa dibikin lomba, tapi hari sumpah pemuda juga bisa. Alhasil, OSIS Stece ngadain 2 lomba. Water War sama Gobag Sodor. Iya, iya, aku emang ga ikut main, tapi aku ikut jadi suporter yang kerjaannya teriak-teriak sampe pita suara mau putus (oke. Lebay.). Untuk Water War, sebelum mulai ngelempar-lempar plastik berisi air, mereka harus joget dulu ngikutin gerakan salah satu anggota OSIS. Yah, walaupun ga juara 1, tapi mereka udah berusaha dan kompak kok. Haha. Kalo yang ikut gobag sodor adan Sheila, Nadia, Chezar, Fani, Wawa, sama Aiu. Aku suka banget sama trio Nadia, Chezar, Fani! Soalnya begitu musuh (ckck, musuh..) bisa ngelewatin pertahanannya Nadia sama Chezar, Fani bisa langsung matiin tu musuh (sadis banget…). Kita para suporter sampe neriakin kata, “DOEBEL ASI” berkali-kali. Haha. Bener-bener ambigu. Alhasil, kelasku a.k.a XII IA1 a.k.a Doebel Asi merebut juara pertama! Ga sia-sia mereka capek-capek lari.
Ya. Mungkin acara kayak begini yang bikin momen sumpah pemuda jadi semakin kerasa. Terus, aku sadar. Ga sampe sembilan bulan lagi aku sama temen-temen seangkatanku sekolah di Stella Duce tercinta. Aku yakin pasti temen-temen seangkatanku sependapat denganku. Kita tidak lagi menyesal masuk sekolah ini. Kita justru bangga.
Lulus 100% !! Amin!!

